in

Gelar Pelatihan, Konsep Pengelolaan Hutan Keraton di Mempawah

POTO : Sesi saat berpoto bersama (IST).

jaringinfo.com, MEMPAWAH-Lembaga Pelestarian Nilai-nilai Sejarah Adat, Seni Budaya dan Wana Panembahan Keraton Amantubillah Mempawah menggelar program kerja perdana dengan pelatihan bersama kerabat keraton, waris sembilan, dan masyarakat setempat pada Jum’at (18/12/2020).

Pelatihan pertama yang diselenggarakan merupakan pelatihan dasar dan akan dilanjutkan di 2021 mendatang dengan melibatkan BKSDA Kalbar.

Ketua pelaksana Burhanudin Indra Ja’far kepada awak media menerangkan tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut agar Mempawah semakin bersinar dalam hal kebudayaan.

“Kita akan mewujudkan Mempawah bersinar terutama dalam hal kebudayaan, selama ini bukan berarti tidak eksis namun kita ingin lebih menonjolkan lagi, saya berharap seluruh lapisan masyarakat maupun lintas sektoral dapat bersinergi mendukung program ini,” ungkapnya.

Dilain pihak, BKSDA Kalimantan Barat Satata Nur Adi Rahman menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya dalam kegiatan tersebut dalam rangka menyiapkan konsep pengelolaan hutan keraton.

“Bagi kita sangat pas, beberapa kali kita melakukan pelepasan satwa dihutan keraton saat robo-robo itu menjadi cikal bakal munculnya gagasan untuk mengelola hutan keraton sebagai area konservasi, hutan keraton yang dijaga menjadi pilihan BKSDA untuk melepas liarkan,” ujarnya.

Senada yang disampaikan Polhut Kalimantan Barat, Paramita Rosandi yang mengatakan pelatihan yang diselenggarakan agar masyarakat lebih mengenal dan mencintai satwa liar.

“Mengingat keraton Amantubillah sudah beberapa kali melepaskan satwa liar dalam acara robo-robo, pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat mengetahui bagaiman cara menjaga hutan dan cara melestarikan satwa yang ada sesuai dengan titah raja,” ungkapnya.

Ketua umum Lembaga Pelestarian Nilai-nilai Sejarah Adat, Seni Budaya dan Wana Panembahan Keraton Amantubillah Mempawah, Pangeran Anom Ridwan Salim memaparkan beberapa program yang dicanangkan kedepan, salah satunya mewujudkan kampung budaya.

“Dua program yang kita canangkan kedepan, yang pertama dapat menciptakan kampung budaya, yang kedua Wana, yaitu hutan dengan satwa lindungnya yang dapat menjadi tempat wisata terbaik di Asia, kita juga sudah bekerja sama dengan beberapa kerajaan di Indonesia bahkan mancanegara seperti Malaysia, Singapore dan Brunei Darussalam.

 

 

 

 

Pewarta/editor : Hendi Pratama.

Personel Polda Kalbar di-BKO ke Polres Sekadau Dilepas Kembali ke Markas

KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun Bagikan Life Jacket