in

PT DSN Group Danai Konservasi Hutan Berbasis Masyarakat

KETERANGAN POTO : Saat dilaksanakan kick off meeting pihak perusahaan dengan perwakilan masyarakat (Ist).

jaringinfo.com, KETAPANG– PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group) bangga dapat berpartisipasi dalam proyek Konservasi Hutan Berbasis Masyarakat di Hutan Desa Manjau di Dusun Manjau, Desa Laman Satong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut melalui komitmen bersama dengan pendanaan selama 10 tahun, terhitung mulai Januari 2021.

Sebagai anggota RSPO, Grup DSN berpartisipasi melalui program Remediasi dan Kompensasi RSPO (RaCP) dalam Proyek Konservasi yang dipimpin oleh Komunitas di Laman Satong, bekerja sama dengan para pemangku kepentingan lainnya di wilayah tersebut. Kegiatan proyek tersebut telah di resmikan pada Kamis, (14/1/2021) lalu.

DSN Group melalui tiga anak perusahaannya, yakni PT Dharma Agrotama Nusantara (DAN), PT Dewata Sawit Nusantara (DSN) dan PT Dharma Intisawit Lestari(DIL),ketiga anak perusahaan tersebut telah mengalokasikan dana program sebesar USD 390.600 atau setara Rp 5,5 miliar rupiah, untuk jangka waktu 10 tahun untuk program ini.

Kepala Divisi CSR Area 2 DSN Group, Immanuel Tibian, mengungkapkan, bahwa di luar komitmen DSN
Group untuk memenuhi standar minyak sawit berkelanjutan RSPO, mekanisme Remediation and Compensation Procedure (RaCP) menyediakan landasan yang bagus untuk memungkinkan perusahaan menangani konservasi dan tanggung jawab sosialnya dengan cara yang positif, terukur dan
berkesinambungan.

“Ini adalah bagian dari komitmen perusahaan yang lebih besar untuk perlindungan lanskap, dengan melestarikan hutan di Dusun Manjau, yang telah dikenal sebagai salah satu kantong keanekaragaman
hayati di wilayah Kalimantan Barat. Kami bangga terlibat dalam program konservasi hutan yang dipimpin oleh masyarakat ini. Hal ini sejalan dengan visi Keberlanjutan kami untuk menjadi Pilihan yang
bertanggung jawab bagi manusia, Planet, dan Kemakmuran, “ungkap Immanuel usai acara kick-off belum lama ini.

Program remediasi yang dilakukan DSN Group mencakup pendanaan untuk pembayaran jasa ekosistem
atau payment ecosystem service (PES) melalui Yayasan yang mengelola Hutan Desa Manjau di Desa Laman Satong.Dana
ini digunakan untuk memfasilitasi masyarakat dalam menciptakan mata pencaharian yang berkelanjutan,sambil memastikan perlindungan dan pelestarian hutan. DSN Group bekerjasama dengan
Community Forest Ecosystem Services (CFES) untuk mewujudkan kompensasi tersebut melalui implementasi program yang dimulai dari bulan Januari 2021 sampai dengan Januari 2031.

Sementara itu, Arif Aliadi, ketua badan pelaksanaan CFES mengatakan, bahwa program ini bertujuan untuk
mengembangkan perhutanan sosial sebagai skema yang efektif dan berkelanjutan, dalam upaya
konservasi dan meningkatkan mata pencaharian masyarakat.

Menurutnya, untuk mencapai tujuan tersebut, proyek ini akan memungkinkan pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Hutan Desa Manjau Desa Laman Satong, meningkatkan mata pencaharian masyarakat lokal melalui perbaikan pertanian berkelanjutan, serta melaksanakan kegiatan konservasi sehingga ancaman terhadap hutan mereka dapat diatasi, melalui pendekatan bertahap.

 

 

 

 

 

 

Pewarta/editor : Sutarjo.

Ketua MUI Sekadau Respon Positif Komjen Pol Listyo Sigit Calon Kapolri

Peduli Covid-19, Polres Sekadau Salurkan 50 Paket Beras