in

Akhir dari Pantun Burung Punai, Camat Nanga Taman Disanksi

POTO : Komisioner Bawaslu Sekadau, Al Aminudin (Ist).

jaringinfo.com, SEKADAU- Buntut dari pantun burung Punai yang di lantunkan oleh Camat Nanga Taman ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan ODF di salah satu desa kecamatan Nanga Taman beberapa waktu lalu.

Yang mana isi pantun tersebut beliau menyatakan mendukung paslon Rupinus-Aloysius, meski waktu itu acara pemerintah yang didanai mengunakan APBD kabupaten Sekadau.

Lantunan pantun tersebut mengandung makna bahwa camat tersebut mendukung paslon petahana, akhirnya dilaporkan ke Bawaslu kabupaten Sekadau. Laporan itupun diproses oleh Bawaslu.

Akhirnya, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menjatuhkan sanksi kepada camat Nanga Taman akibat dari pantun tersebut.

Sanksi tersebut merupakan tindaklanjut dari laporan masyarakat kepada Bawaslu Kabupaten Sekadau terkait penyalahgunaan jabatan oleh oknum ASN dalam tahapan Pilkada 2020.

“Camat Nanga Taman sudah ada sanksi. Penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun,”ungkap Al Aminudin, Sabtu (23/1/2021) melalui pesan singkatnya

Satu orang ASN lainnya,yang juga turut dilaporkan, yakni Camat Sekadau Hulu hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah terdapat pelanggaran atau tidak.

“Yang Sekadau Hulu sedang dalam proses di KASN,” tutup Al sapaan akrabnya.

 

 

 

 

 

 

Pewarta/editor : Sutarjo.

PT TBSM Peduli, Serahkan Bantuan 1.500 Set Kit Rapid

Jenazah Nur Khalifatul Amin Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Teridentifikasi, Rencananya Hari Minggu Dipulangkan