in ,

Kejaksaan Militer Amerika Tetapkan Encep Nurjaman alias Hambali sebagai Tersangka, Akan Diadili di Guantanamo Kuba

POTO : Hambali (57) pria asal Cianjur, yang ditetapkan pemerintah Amerika Serikat, sebaga tersangka atas kejahatan terorisme (ist).

jaringinfo.com, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat melalui Kejaksaan Militer menetapkan Hambali (57) sebagai tersangka atas kejahatan terorisme.

Seperti dilansir siberindo.co group jaringinfo.com, pria asal Cianjur ini akan diadili di Pengadilan Militer di Teluk Guantanamo, Kuba.

Sebagai mana disiarkan channelnewsasia.com, Hambali ditetapkan sebagai tersangka bersama dua teroris lainnya yang terlibat peristiwa Bom Bali (2002) dan Bom Marriot (2003).

Berdasarkan berkas perkara, kedua orang ini disebut sebagai tangan kanan Hambali di Jamaah Islamiyah.

Ketiganya akan dijerat pasal konspirasi, pembunuhan, percobaan pembunuhan, dan tindak kekerasan dengan sengaja.

“Kemusian terorisme, menyerang warga sipil, perusakan properti, serta pelanggaran hukum peperangan,” ujar Kementerian Pertahanan Amerika, Jumat (22/1/2021).

Hambali, alias Ridwan Ishomudin, alias Encep Nurjaman, dikenal sebagai pentolan kelompok jihad Jamaah Islamiyah.

Ia juga diyakini sebagai perwakilan Al-Qaeda di Indonesia.Bersama komplotannya, dengan dukungan Al Qaeda, Hambali melakukan teror bom di Bali dan Jakarta.

Bom Bali, pada 12 Oktober 2002, menewaskan 202 orang. Sementara itu, Teror Bom Hotel Marriot Jakarta, pada 5 Agustus 2003, menewaskan 12 orang.

Ketiganya ditangkap di Thailand pada 2003. Setelah itu, mereka ditahan di penjara militer Amerika di Teluk Guantanamo, Kuba.

Pada 2016, sempat ada upaya untuk mengeluarkan Hambali dari Guantanamo. Namun, Kejaksaan Militer Amerika, menolaknya.

Keluarga Hambali di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat belum menerima kabar secara resmi terkait akan digelarnya pengadilan militer di Amerika Serikat (AS).

Kendati baru mendengar kabar, pihak keluarga berharap persidangan itu segera berlangsung.

Pihak keluarga telah menanti 18 tahun dan hingga saat ini belum menerima kejelasan, bagaimana nasib Hambali yang ditahan di Guantanamo.

Adik kandung Hambali, Kankan Abdulkodir (41) mengatakan, baru tahu akan adanya persidangan militer itu.

“Biasanya kalau ada informasi penting, wartawan dari Malaysia atau tim pengacara dari Inggris selalu memberi kabar,” ujar Kankan seperti dikutip tribunjabar.id, Sabtu (23/1/2021).

Kankan mengatakan, selama ini pihak keluarga selalu difasilitasi ICRC untuk berkomunikasi dengan Hambali.

Setiap tiga bulan, lima orang keluarga dari Cianjur bergantian ke Jakarta untuk berkomunikasi dengan Hambali di Guantanamo yang difasilitasi ICRC melalui panggilan video. (*).

 

 

 

 

 

Pewarta/sumber : siberindo.co.

LIGA PRIMIER : Aston Villa Menang 2-0 atas Newcastle United

20.023 Satwa Dilindungi Diamankan Polisi di Pelabuhan Bakauheni