in

Tanggul Jebol, Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Sungai Pinyuh Terendam Air Asin, Terancam Gagal Panen

POTO : Kondisi sawah yang terendam air (ist).

jaringinfo.com, MEMPAWAH – Sedikitnya 120 hektar lahan pertanian di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah terendam air asin.

Kondisi ini dipicu jebolnya tanggul air di wilayah setempat. Dampak, terendamnya sawah warga itu, mengakibatkan kerusakan tanaman padi. Para petani pun mengalami kerugian akibat gagal panen.

Seperti dilansir mempawahnews.com group jaringinfo.com, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mempawah, Gusti Basrun membenarkan. Gusti Basrun memastikan petugasnya telah melakukan pemeriksaan dan pendataan terhadap lahan yang terdampak rendaman air asin.

“Dari data petugas di lapangan, jebolnya tanggul menyebabkan masuknya air asin (salinitas) pada lahan-lahan pertanian di Desa Peniraman, Nusapati dan Kelurahan Sungai Pinyuh,” terang Gusti Basrun, Minggu (24/01/2021) siang.

Gusti Basrun mengungkapkan, sejumlah kelompok tani yang terdampak salinitas diantaranya Poktan Makmur I, Komplek BBU, Tenaga Baru, Peniraman I, Peniraman II dan Makmur III. Kemudian, Poktan Sehati di Desa Nusapati dan Poktan Karya Darma II dan III di Kelurahan Sui Pinyuh.

“Total lahan yang terkena salinitas seluas 120,75 ha. Sedangkan luas lahan yang terdampak baik itu ringan, sedang, berat dan puso mencapai 108,75 ha,” bebernya.

Terkait musibah tanggul jebol, Gusti Basrun menyebut pihaknya telah mendapatkan laporan dari petugas di lapangan sejak 19 Januari lalu. Dia mengatakan ada beberapa titik tanggul jebol di Kecamatan Sungai Pinyuh.

“Untuk kerusakan dan luas lahan petani yang terdampak sudah terdata. Kami sarankan agar petani berkoordinasi dengan pihak desa dan camat untuk membuat laporan tertulis yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah,” sarannya.

Menurut Gusti Basrun, Dinas Pertanian hanya mengestimasi kerugian yang dialami petani. Langkah itu dinilai penting untuk memberikan perlindungan bagi petani dan pemerintah daerah dalam menjaga cadangan beras daerah.

“Jebolnya tanggul ini masuk kategori bencana dan ranah nya di BPBD. Sedangkan kaitan dengan pemeliharaan tanggul menjadi tupoksi Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum (PU),” bebernya.

Sebelumnya petani di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh mengeluhkan rendaman air asin akibat jebolnya tanggul air di wilayah itu. Para petani pada sejumlah desa gagal panen hingga mengalami kerugian cukup besar.

 

 

 

 

 

Pewarta/sumber : mempawahnews.com.

Ngeri…! Positif Terkonfirmasi Covid-19 Nyaris Tembus 1 Juta

Jurnalis Perempuan Lulusan Amerika Ini, Jabat Kabid Diklat SMSi Pusat