in ,

Hati-hati Komentar di Medsos….! Sebut Vaksin Sinovac Dapat Timbulkan Penyakit Lain, AS Dibekuk Tim Patroli Siber Ditreskrimsus Polda Kalbar

POTO : Tersangka penyebar hoax soal vaksin Sinovac (tengah) didampingi petugas Ditreskrimsus Polda Kalbar (Humas Polda Kalbar).

jaringinfo.com, PONTIANAK-Seorang pria berinisial AS (30) warga Pontianak, tak berkutik saat diamankan Tim Patroli Siber dari Subdit V Ditreskrimsus Polda Kalbar, pada Senin (25/1/2021) lalu.

Pria ini diamankan, karena disangkakan menyebar berita bohong (hoax) soal vaksin Sinovac. Dalam sebarannya di media sosial facebook, AS menuliskan efek samping vaksin dapat menyebabkan munculnya penyakit lain.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar Kombes Pol Juda Nusa Putra menerangkan, pengungkapan berawal dari tim patroli siber Polda Kalbar yang menemukan akun facebook yang memposting komentar mengandung hoaxs di grup komunitas masyarakat Pontianak Informasi (PI).

“Pada Senin tanggal 25 Januari 2021, tim Patroli Siber dari Subdit V Ditreskrimsus Polda Kalbar menemukan akun facebook atas nama AS, yang menuliskan komentar mengandung muatan berita hoaxs tentang pemberian vaksin Covid-19,” ungkap Kombes Pol Juda Nusa Putra melalui keterangan tertulisnya, Rabu (27/1/2021).

Dalam komentarnya AS mengatakan : _“Awas itu bukan vaksin. Tapi virus yang akan menghancurkan rakyat indonesia, pertama di suntik emang tidak nampak terkena langsung virusnya, nanti jelang 4 atau 6 bulan baru kelihatan yang pernah disuntik, timbul penyakit karena virus suntikan td dari veksin tdi, awas hati2 jgn tertipu, hati2 rakyat sbelum d suntik fikirkan sejauh jauhnya, lebih baik jgn, kita mah udah sehat kok buat apa d suntik, jgn takut dgn korona.

Menurut Juda begitu menemukan postingan tersebut, tim langsung melakukan rangkaian penyelidikan tentang akun tersebut dan keberadaannya. Di hari yang sama, pemegang akun facebook tersebut langsung diamankan.

Adapun barang bukti yang diamankan petugas berupa 1 unit Handphone yang digunakan pelaku saat memposting komentar hoaxs dan 1 lembar screen capture dari postingan akun facebook milik pelaku.

“Saat ini pelaku masin dalam pemeriksaan petugas dari Subdit SIber Polda Kalbar. Kami (Polda Kalbar) tidak hentinya mengingatkan kepada masyarakat agar bijak dalam media sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya,” imbaunya.

Dijelaskan Juda, terduga pelaku, AS dapat disangkakan pasal 45A ayat (1) Jo pasal 28 ayat (1) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pewarta/sumber : Humas Polda Kalbar.

Editor : Sery Tayan.

Warga Sepauk Sintang Gempar, Sesosok Jasad Wanita Ditemukan Mengapung

3.160 Vial Vaksin CoronaVac Tiba di Sanggau, PH : Saya Siap Divaksin Pertama, Jika Memenuhi Syarat