in

Dugaan Overlap SMH di Kubu Raya, Hakim Nyatakan Gugatan Penggugat Tidak Dapat Diterima

POTO : Saat peninjauan di lapangan objek tanah yang diduga overlap (ist).

jaringinfo.com, KALBAR – Kasus dugaan tumpang tindih (overlap) Sertifikat Hak Milik (SHM) di Kubu Raya, Kalbar yang teregister dengan nomor perkara: 32/G/2020/PTUN.PTK tertanggal 18 Desember 2020 sudah diputus Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pontianak pada Selasa (20/4/2021).

Seperti dilansir radarkalbar.com group jaringinfo.com, dalam putusannya Majelis hakim menerima eksepsi Tergugat II intervensi dan hakim juga menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima dengan salah satu pertimbangan hukumnya adalah gugatan penggugat telah melewati batas tenggang waktu seperti dengan dalil yang dituangkan dalam eksepsi Tergugat II intervensi.

Suparman, S.H., M.H. selaku kuasa hukum Tergugat II Intervensi yang juga seorang pengacara pajak berterima kasih kepada majelis hakim telah mempertimbangkan eksepsi yang diajukan.

Kemudian pihaknya, mengapresiasi putusan majelis hakim yang telah mempertimbangkan fakta-fakta persidangan dan berbagai bukti yang diajukan di persidangan.

“Setidaknya dengan adanya putusan tersebut klien kami mendapat kepastian dan perlindungan selaku pemegang sertifikat yang menjadi objek gugatan,” ungkapnya.

Menurut Parman, kasus tersebut bermula saat klien kami mengajukan pemecahan sertipikat pada Kantor Pertanahaan Kabupaten Kubu Raya akan tetapi pengajuan pemecahan tersebut tidak bisa dilanjutkan dengan alasan terindikasi tumpang tindih (overlap) dengan sertifikat milik Penggugat.

” Saat itu, klien kami merasa bingung dan aneh, tanah yang dikelolanya puluhan tahun kok bisa tumpang tindih. Padahal selama pengelolaan lahan tersebut tidak pernah ada pihak yang mengklaim kok tiba-tiba tumpah tindih,” ungkapnya.

Karena kata Parman, terindikasi tumpang tindih kemudian Kantor Pertanahaan Kabupaten Kubu Raya melakukan mediasi antara kliennya selaku pemegang sertifikat dengan penggugat akan tetapi hasil mediasi tersebut tidak menemukan kesepakatan. Sehingga Penggugat mengajukan gugatan pada Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : radarkalbar.com.

Pengajuan Visa Kunjungan dan Terbatas Masih Dilayani Kanim Sanggau, Tapi Ini Bidang Kerjanya Pemohon

Buruan…! Kabar Gembira Bagi Pelaku Usaha Mikro di Kota Batam, Pemerintah Akan Kucurkan Bantuan, Ini Syarat-syaratnya