in

KPK RI Dorong Pemprov Maluku Optimalkan PBB-KB

POTO :  Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemprov Maluku dengan PT Pertamina MOR VIII Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, bertempat di Kantor Gubernur Maluku (ist).

jaringinfo.com, JAKARTA – KPK RI mendorong Pemprov Maluku agar berupaya mengoptimalisasi penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB).

Hal ini disampaikan pada penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemprov Maluku dengan PT Pertamina MOR VIII Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, bertempat di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (30/4 /2021).

“Ditengah pandemi ini kapasitas fiskal daerah semakin berat. Refokusing anggaran sampai 50% & juga kontraksi pajak rata-rata nasional 12%. Jadi memang butuh sinergi & inovasi untuk memaksimalkan pendapatan termasuk pendapatan provinsi,” ujar Kasatgas Korsup Pencegahan Wilayah V Dian Patria.

Menurut Data Bapenda Provinsi Maluku jumlah realisasi penerimaan PBBKB tahun di 2016 – 2020 antara Rp80 Miliar hingga Rp106,7 Miliar dengan total realisasi sebesar Rp400 Miliar. Kontribusi PBBKB terhadap PAD tahun 2020 Rp105 Miliar atau 19,2 persen total realisasi PAD sebesar Rp546 Miliar.

KPK menilai PBBKB sebagai salah satu sumber penerimaan pajak daerah signifikan bagi Pemprov Maluku. Untuk menjamin akurasi penerimaan pajak, penting bagi pemda untuk memastikan nilai PBBKB yang diterima pemda sesuai dengan jumlah distribusi BBM di wilayah Maluku. Untuk itu penting dilakukan sinkronisasi data PBBKB antara PT Pertamina dengan Pemda.

KPK mendorong Pemda membuat peraturan mewajibkan pelaku usaha mendaftarkan NPWP cabang & pemotongan PPh di lokasi usaha. Dari MoU ini kita bisa mengoptimalkan PBBKB & lebih meyakini angkanya termasuk detailnya sehingga kita bisa masuk sampai pengawasan kebutuhan ke depan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pewarta/sumber : Biro Humas KPK RI.

Bantu Putuskan Sebaran Covid-19, Personel Zidam XII Tpr Bagikan Masker di Jamai Plasma V Ngabang

Diduga Terima Comitmeen Fee 10 Persen, KPK RI Kembali Tetapkan Mantan Bupati Kepulauan Talaud tahun 2014-2017 Sebagai Tersangka