in

Sempat Alami Penyekapan, 76 WNI-PMI di Kamboja Berhasil Dibebaskan, Dua Diantaranya Asal Kalbar

POTO : Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Sambas Serikat Buruh Migran Indonesia (DPC SBMI) Kalbar (ist).

jaringinfo.com, SAMBAS – Sebanyak 76 Warga Negara indonesia Pekerja Migran Indonesia (WNI-PMI) yang sempat mengalami penyekapan pada sebuah perusahaan di kota Chrey Thum Provinsi Kandal, Kamboja berhasil diselamatkan oleh KBRI Phnom Penh, yang berkoordinasi dengan Kepolisian Nasional Kamboja.

Hal ini dibenarkan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Sambas Serikat Buruh Migran Indonesia (DPC SBMI) Kalbar,  Abdulchoir, Minggu (9/5/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Zulfan ini, dari 76 orang WNI -PMI yang diselamatkan dari penyekapan sebuah perusahaan di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja, terdapat 2 ( dua ) orang warga asal Kalbar, 1 orang domisili Pontianak dan 1 berdomisili Singkawang,

”Dari 76 orang WNI- PMI yang diselamatkan dari penyekapan sebuah perusahaan di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja, terdapat 2 orang Warga asal Kalimantan Barat, CM ( 26 ) warga asal Singkawang
DI ( 31 ) warga asal Pontianak,” ujarnya

Dipaparkan, hal ini berawal dari pengaduan PMI yang di sana pada Kamis (29/4/ 2021), mengadukan ke SBMI Mempawah dan meluruskan ke SBMI Sambas.

“Selanjutnya ditelusuri SBMI Mempawah menyampaikan kepada SBMI Sambas terus berkoordinasi dengan kawan-kawan pengurus SBMI di Kalbar mengecek data apakah ini pernah dapat informasi dan itu benar,” ungkapnya.

Menurut Zulfa,  hanya SBMI Sambas meneruskan meminta izin dengan SBMI Pusat untuk melakukan pendampingan.

“Ini kami diarahkan oleh Dewan Pimpinan Nasional SBMI Pusat untuk terus melanjutkan,” timpalnya.

Setelah itu lanjut Zulfan, pihaknya membentuk Tim Pendampingan SBMI Kalbar untuk menginventarisasi para PMI yang membuat pengaduan langsung ke contact SBMI Sambas di sekretariat.

Mendapat laporan tersebut SBMI langsung menindak lanjuti untuk mempersiapkan perlengkapan dan persyaratan data-data yang mana akan di teruskan kepada pemerintah RI.

“Dan setelah itu kita tindak lanjuti mempersiapkan perlengkapan serta persyaratan untuk di teruskan ke pemerintah RI,Kemenlu,Kapolri,KBRI di Kamboja. Dari jumlah yang terdata informasi awal 120 orang tapi kita dapat ada 104 yang lengkap , dan yang berhasil di evakuasi ada 76 PMI,” bebernya.

Menurut SBMI diduga ada indikasi tindak Perdagangan Manusia ( Orang ) TPPO.

“Setelah mengkaji dalam pengaduan itu dari persyaratan itu, ada indikasi pelanggaran undang-undang nomor 21 tahun 2007, tentang TPPO,” ujarnya.

Kemudian lanjut dia, SMBI meminta kepada Kementerian Luar Negri melalui KBRI Kamboja segera kembali mengevakuasi PMI-WNI, yang masih berada di gedung Kingsa untuk dievakuasi pemulangan ke Indonesia dan memperjuangkan hak-hak mereka yang belum diberikan haknya di perusahaan, serta memfasilitasi pemulangan mereka ke Indonesia.

Pihak SBMI juga meminta kepada Kementrian Luar Negri RI melakukan penuntutan kepada pihak perusahaan, dan perekrut PMI yang ilegal.

“Kami meminta kepada kemenlu Ri untuk melakukan penuntutan kepada pihak perusahaan terhadap perekrut PMI yang ilegal,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

Pewarta : Tim liputan.

 

PT Gudang Garam Tbk Akan Bangun Pabrik di Magetan, Butuh Pekerja Ribuan Orang

Sepekan Melawan Covid-19, Ustaz Tengku Zulkarnain Menghembuskan Nafas Terakhir Saat Azan Maghrib Berkumandang