in

Saat Panen Raya Padi di Kelurahan Pulau, Sekda Kampar Ungkapkan Ini

POTO : Saat Sekda Kampar melaksanakan panen raya padi di Kelurahan Pulau (ist) .

jaringinfo.com, BANGKINANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs Yusri M.Si selaku KTNA Provinsi Riau melaksanakan panen raya padi di Kelurahan Pulau, Kecamatan Bangkinang, pada Kamis, (1/7/210. 

“Masyarakat sudah hampir dua kali panen, dan dalam dua tahun, berarti sudah lima kali tanam. Diharapkan jika tiga kali panen maka masyarakat petani di Kabupaten Kampar sudah surplus beras, ” ungkapnya.

Ia yakin, jika demikian, maka kebutuhan petani hanya dua kali panen, sisanya bisa jual gabah dan akan didorong bersama Dinas Pertanian serta instansi terkait.

Untuk itu Sekda mengimbau kepada masyarakat stop untuk menggali galian C karena akan mengganggu sektor pertanian masyarakat.

“Padi butuh air, sangat butuh air termasuk tanaman lain, jika galian itu sudah dalam maka airnya tidak mengaliri sawah maka sawah akan kering, ”tegasnya.

Sekda Kampar juga memaparkan saat ini banyak contoh galian C, menjadi danau dan tidak bisa mengaliri sawah.

“Jadi saya imbau kepada masyarakat jangan menjual lahan untuk galian C, karena jika lahan itu dikelola untuk lahan petani akan menjadi sumber pendapatan terus menerus, hari ini nanam kacang tanah, besok nanam jagung, ini kan siklusnya hanya satu kali tiga bulan, ” paparnya.

Kepada petani di seluruh Provinsi Riau, selaku ketua KTNA mengingatkan agar dapat mempertahankan lahan pertaniannya, dan meminta seluruh Pemerintah Daerah membuat perda lahan pertanian tidak boleh untuk dibangun dan tidak terganggu oleh tambang ataupun aquari.

“Kita akan suarakan jika masyarakat tidak bisa menyuarakan ini, maka KTNA akan menyuarakannya, ”tegasnya.

Selaku Ketua KTNA Provinsi Riau, Ia mengucapkan terima kasih kepada petani dan berharap agar masyarakat tetap sehat dengan bertani dan juga jangan lupa untuk vaksin. Sebab dengan vaksin petani akan lebih sehat.

Terkait dengan Kabupaten Kampar swasembada pangan, Sekda menegaskan bahwa dikejar. Sebab jika Kampar sudah swasembada pangan maka otomatis masyarakat khususnya petani akan sejahtera.

“Ini sudah merupakan target KTNA,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pewarta /sumber : Pro-dokpim.

Pendaftaran CPNS di Pemkot Batam Telah Dibuka, Ini Formasi dan Batas Waktu Akhirnya

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Bangunan SMPN 1 Dringu Dijadikan Rumah Isolasi