in

Pangdam Tutup Latihan Tempur Prajurit Kodam XII/Tpr di Capkala Bengkayang

Foto : Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad terjun langsung menyaksikan latihan tempur UST tingkat Kompi/Baterai terintegrasi satuan jajaran Kodam XII/Tpr Tahun 2021 di Lapangan Desa Capkala, Bengkayang, Kalbar. (Foto ist)

JaringInfo.com BENGKAYANG -Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Kamis (5/8/2021) menutup latihan Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Kompi/Baterai Terintegrasi satuan jajaran Kodam XII/Tpr Tahun 2021 di Lapangan Desa Capkala, Bengkayang, Kalimantan Barat usai latihan tersebut berjalan selama empat hari.

Sebelumnya, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad didampingi para pejabat utama Kodam juga melihat langsung simulasi latihan Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Kompi/Baterai Terintegrasi satuan jajaran Kodam XII/Tpr.

“Melalui latihan selama empat hari ini, diharapkan semua yang tergabung dalam Batalyon Tim Pertempuran Yonif R 641/Bru memiliki kualifikasi bisa melaksanakan pertempuran darat. Yonif R 641/Bru dipersiapkan untuk melaksanakan latihan YTP di Baturaja,” kata Pangdam XII/Tpr di Bengkayang, saat menutup latihan tempur.

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad saat memberikan pengarahan menyampaikan, latihan harus menjadi kebanggaan prajurit. Latihan adalah hak tertinggi prajurit.

“Karena latihan adalah suatu kebutuhan untuk memperoleh keberhasilan dalam pelaksanaan tugas,” ujar Pangdam.

“Kalian harus bangga bahwa Angkatan Darat memberikan kesempatan kepada Kodam XII/Tpr untuk melaksanakan latihan di Baturaja,” tambah Pangdam.

Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menekankan kepada unsur Komandan betul – betul bisa menyiapkan satuan – satuan serta perorangan secara profesional. Sesuai dengan motto prajurit Tanjungpura yang profesional, responsif dan adaptif.

Kemudian kepada penyelenggara latihan agar melaksanakan evaluasi sehingga kedepan latihan dilaksanakan secara tepat dan terukur sesuai dengan kaidah – kaidah dan prinsip pembinaan latihan di Angkatan Darat.

“Kepada pelaku kalian harus mengerti betul fungsi teknis kecabangan masing – masing. Operasi serangan adalah bagaimana satuan manuver depan, dalam hal ini Infanteri yang diperkuat satuan Banpur ada Kavaleri ada Armed ada Zeni bisa bekerja sama sebagai satu tim yang solid sehingga bisa menyelesaikan tugas pokok yang harus dilaksanakan.,” pesan Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

 

Pewarta : Slamet Ardiansyah

Editor     :  Slamet Ardiansyah

 

Waspada Karhutla, Wali Kota Minta Lurah dan Camat Awasi Wilayahnya

Kiat Pemkot Siapkan Strategi Pemulihan Ekonomi Jangka Pendek, Menengah dan Panjang