in ,

KJRI Kuching Melepas Jenazah Guru Sekolah Anak-anak PMI Yang Wafat di Sarawak

Foto : Kedatangan di PLBN Entikong jenazah Almarhumah Hj. Naharia, Guru Community Learning Centre atau guru sekolah bagi anak-anak PMI yang wafat di Sarawak yang akan dipulangkan ke Gowa Sulawesi Selatan. (Foto : ist)

 

Jaringinfo.com PONTIANAK –  Konjen RI Kuching, dalam rilis tertulis mengatakan, Jumat (6/8/2021) pihaknya ikut melepas kepulangan jenazah Almarhumah Hj. Naharia, seorang guru di Community Learning Centre (CLC) atau guru sekolah bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang wafat di Sarawak melalui Pos Lintas Batas Negara Entikong Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.

“Kami dari KJRI Kuching turut berduka cita, dan membantu proses pemulangan jenazah  ke kampung halaman Almarhumah yang akan didampingi suami almarhumah,” kata Kepala KJRI Kuching Yonny Tri Prayitno, Jumat (6/8/2021).

Ia mengatakan, pelepasan jenazah itu sebagai penghormatan dan penghargaan KJRI Kuching kepada Almarhumah. KJRI Kuching melepas jenazah almarhumah di pintu PLBN Entikong  dan sebelumnya menyampaikan Piagam Penghargaan dan terimakasih kepada almarhumah atas jasa dan dedikasinya sebagai guru pamong CLC di Sarawak serta menyerahkan sumbangan duka dari KJRI Kuching dan rekan-rekan guru CLC di Sarawak yang diterima oleh suami almarhumah.

Dijelaskanya, jenazah telah  diberangkatkan dari Mukah semalam tanggal 5 Agustus 2021 dan hari ini Jumat tanggal 6 Agustus 2021, jenazah almarhumah tiba di perbatasan Pos CIQ Tebedu.

Menurutnya, almarhumah Hj. Naharia Raja, umur 44 tahun merupakan PMI asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, telah mengabdi selama lima tahun (tahun 2016-2021) sebagai guru pamong di CLC Balingian, Mukah, Sarawak.

Sementara itu atas berita duka itu, murid-murid CLC di ladang Felcra Balingian, Mukah, Sarawak sangat berduka dan bersedih karena ibu guru yang mereka sayangi dan mereka cintai telah pergi meninggalkan mereka selamanya.

Hj Nahariah Raja, guru mereka tersebut meninggal dunia pada tanggal 31 Juli di kediamannya ladang Felcra Balingian, Sarawak karena sakit jantung dan sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Mukah selama empat hari.

Tidak hanya murid-murid almarhumah yang bersedih dan berduka semua teman-teman almarhumah dari korps guru CLC se Serawak turut bersedih dan berduka, bahkan salah  seorang guru mengungkapkan perasaannya pada saat almarhumah sakit, dalam tulisannya menyebutkan, “…tidak tega lihatnya berbaring lemah di rumah sakit, karena beliau itu adalah orang yang paling semangat dalam menjalankan tugasnya terkadang meskipun dia tidak enak badan tetap masuk mengajar tidak peduli hujan, panas dan bahkan hari Minggu pun masuk kalau anak-anak mau ujian dan tidak  peduli di bayar atau tidak asalkan anak-anak pintar, beliau sungguh sangat baik…… ” (dengan tambahan emoji menangis).

Pelepasan jenazah berjalan  lancar, di PLBN Entikong jenazah  almarhumah di terima oleh Satgas pemulangan WNI/PMI. Selanjutnya setelah menjalani protokol kesehatan pencegahan COVID- 19 jenazah akan dibawa ke kampung halaman almarhumah.

 

Pewarta  : Slamet Ardiansyah

Editor       : Slamet Ardiansyah

Kowad Kodam XII/Tpr Laksanakan Korps Call Sebagai Ajang Silahturahmi

Komnas Perempuan Minta Polisi Hentikan Kasus Dinar Candy