in ,

Komnas Perempuan Minta Polisi Hentikan Kasus Dinar Candy

Foto :instragram.com/dinar candy

Jaringinfo.com JAKARTA – Presenter dan disc jockey Dinar Candy ditetapkan menjadi tersangka atas kasus pornografi. Ia diancam hukuman pidana 10 tahun penjara.

Menurut Komnas Perempuan, langkah yang diambil polisi kurang tepat  menangani masalah Dinar Candy. Sebab mneurut Kompnas Perempuan, tindakan Dinar Candy bukan  tindak kriminal.

“Yang berhak menjatuhkan vonis itu kan memang ‘hakim’. Tapi yang Komnas perempuan minta atau rekomendasikan, kita mungkin harus melihat kasus ini tidak hanya dari aspek DC, ini memakai bikini ya untuk mengekspresikan ininya (protesnya). Tapi latar belakang mengapa ia melakukan,” ujar Siti Aminah, Komisioner Komnas Perempuan, seperti dilansir siberindo.co dari Detik, Jumat (6/8/2021).

“Kalau yang aku baca kemarin DC ini melakukannya karena dia tertekan dengan perpanjangan PPKM. Karena dia stres, kita melihat ini bahwa Pandemi ini terjadi, ketika PPKM diperpanjang ini juga memberikan tekanan kepada individu-individu yang bentuknya mungkin bisa berbeda satu sama lain,” tuturnya.

Dinar Candy juga sudah mengakui kesalahannya. Ia menyesal telah melakukan aksi berbikini tersebut di pinggir jalan.

Masalah Dinar Candy ini juga tidak perlu diselesaikan sampai ke ranah hukum. Hanya perlu adanya tenggang rasa untuk menyelesaikannya.

“Sebenarnya nggak ada yang salah, berbahayanya juga berbahaya di mana. Itulah, kalau perdebatan kesopanan, kesusilaan, moralitas, ketelanjangan itu kan multitafsir ya. Kayak pornografi itu sendiri,” imbuh Siti Aminah.

“Tapi kan memang seharusnya kita bisa menenggang rasa sih, Bukan kepada aturan hukumnya,” tuturnya.

Komnas Perempuan berharap semoga polisi bisa segera menghentikan kasus ini. Karena apa yang dilakukan oleh Dinar Candy tidak sepadan dengan hukuman yang ia dapatkan.

“Jadi Komnas Perempuan mengharapkan kasus ini tidak dilanjutkan. Dihentikan gitu ya. Karena bagaimanapun ini akan tidak fair dengan ancamannya yang sampai 10 tahun. Dan kita tahu sebenarnya undang undang pornografi itu juga dalam sejarah penyusunannya ini juga perdebatannya panjang gitu ya,” tukasnya. (Sunber : siberindo.co)

KJRI Kuching Melepas Jenazah Guru Sekolah Anak-anak PMI Yang Wafat di Sarawak

Danlantamal XII Mengikuti Acara Exit Briefing Pangkoarmada 1 Melalui Vicon