in

Wali Kota Edi Kamtono Imbau Warga Kota Pontianak Kibarkan Bendera Merah Putih

 

Jaringinfo.com PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dengan tegas memberi himbauan kepada seluruh masyarakat Kota Pontianak untuk mengibarkan Bendera Marah Putih dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

“Saya mengimbau agar seluruh warga Kota Pontianak mengibarkan Bendera Merah Putih mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2021. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam  surat nomor 003.1/528/Prokopim/2021,” tegas orang nomor satu Kota Pontianak itu, Sabtu (7/8/2021)

Selain itu ujarnya lagi, Pemkot Pontianak juga mengimbau agar memasang baliho, spanduk dan umbul-umbul di lingkungan instansi pemerintah, swasta dan masyarakat.

Edi Kamtono menjelaskan, tema dan logo peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI Tahun 2021 adalah ‘Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh’. Untuk mendapatkan soft file lengkap tema dan logo tersebut bisa diunduh melalui website resmi Kementerian Sekretariat Negara di www.setneg.go.id  sebagai sumber tunggal untuk mengakses logo, desain turunan, panduan dan template HUT ke-76 Kemerdekaan RI.

Ia menambahkan, khusus pada tanggal 17 Agustus 2021 pukul 10.17 WIB sampai dengan 10.20 WIB atau selama tiga menit, segenap masyarakat wajib menghentikan aktivitasnya sejenak dan berdiri tegap saat Lagu Indonesia Raya dikumandangkan secara serentak di berbagai lokasi dan daerah untuk menghormati Peringatan Detik-detik Proklamasi. Terkecuali aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain apabila dihentikan.

“Untuk mendukung pelaksanaan tersebut di atas, jajaran TNI/POLRI serta kantor-kantor instansi pemerintahan maupun swasta agar memperdengarkan sirine atau suara penanda lainnya sebelum lagu Indonesia Raya dikumandangkan,” pungkasnya.

Pewarta  : Slamet A / Jemi Prokopim Kota Pontianak

Editor      : Slamet Ardiansyah

Lantamal XII Pontianak Turut Berpartisipasi Dalam Kegiatan Vaksinasi Lanud Supadio

Diungkap Polda Metro Jaya Pasien Covid-19 Meninggal, Obatnya Dikumpulkan Lalu Dijual