in

Hujan Abu Guyur Magelang dan Temanggung, Warga Dimbau Waspada

Jaringinfo.com YOGYAKARTA – Guguran awan panas terus berlangsung dari puncak Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, sepanjang pergantian hari Minggu-Senin (15-16/8/2021).

Bersamaan dengan itu hujan abu mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang dan Temanggung, Jawa Tengah. Di desa-desa terdampak, abu vulkanik ini cukup tebal.

Pihak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), mengimbau warga tetap berada di dalam ruangan, kenakan masker, kacamata, dan tutup sumber air jika diperlukan.

Menurut siaran BPPTKG, guguran awan panas terjadi pada pukul 05.36 WIB, Senin (16/8/2021) tercatat di seismogram dengan amplitudo 49 mm dan durasi 165 detik. Jarak luncur 2.000 m ke arah barat daya.

Guguran terjadi lagi pada 05.53 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 66 mm, durasi 289 detik, dan tinggi kolom 600 m dari puncak. Jarak luncur 3.500 m ke arah barat daya.

Pada pukul 08.45 WIB terjadi lagi guguran awan panas dengan jarak luncur sekitar 1.500 m ke arah barat daya.

Gunung Merapi terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya. Selasa (10/8/2021) terjadi guguran awan panas yang meluncur ke arah barat daya.

Getaran guguran itu tercatat di seismogram pada pukul 05.58 WIB dalam durasi 214 detik. Jarak luncur diperkirakan mencapai 3.000 m ke arah barat daya.

Kurang lebih satu jam kemudian, pukul 06.43 WIB terjadi lagi guguran awan panas dengan jarak luncur 2.500 m, masih ke arah barat daya.

Merapi nyaris tak pernah “istirahat” dalam proses peletusan. Sepanjang waktu terus memompakan materi vulkanik dari perutnya.

Pada Selasa (10/8/2021) sejak pukul 00:00 setidaknya terjadi tujuh kali guguran awan panas. Semua mengarah ke sepanjang lereng barat daya.

Sehari sebelumnya, Senin (9/8/2921) dini hari dan menjelang pagi terjadiq beberapa kali guguran.

Selain itu dilaporkan pula turunnya hujan abu vulkanik di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Hari Minggu (8/8/2021) terjadi rangkaian guguran awan panas pada pukul 4.58 WIB dan pukul 07.29 WIB.

Jarak luncur terjauh sekitar 3 km ke arah barat daya (Kali Bebeng). Angin bertiup ke barat. Teramati kolom asap setinggi 1.000 m di atas puncak.

Sebelumnya, pihak BPPTKG juga menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas.

Kawasan kritis terutama di sektor Tenggara–Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro.

Kemudian sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di beberapa wilayah di Sleman, dan Magelang menyusul rangkaian guguran awan panas itu.

Saat itu pihak BPPTKG mengatakan, berdasarkan laporan dari warga hujan abu sangat tipis terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Berikutnya, hujan abu melanda sebagian wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Wilayah yang dilaporkan mengalami hujan abu seusai terjadinya awan panas guguran pada Jumat siang adalah,Turi, Tempel, jalan sekitar Balerante, Kaliurang dan Ngrangkah.

Pihak BPPTKG melalui keterangan tertulis Jumat siang mengabarkan, awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter terpantau tiga kali ke arah barat daya pada periode pengamatan Jumat (6/8/2021) pukul 06:00-12:00 WIB.

Pada periode pengamatan yang sama BPPTKG menyebut juga terpantau adanya asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah Merapi. (*)

Sumber  : siberindo.co/bpptkg.go.id

Editor      : Tim Redaksi jaringinfo.com.

Kwarda Gerakan Pramuka Kalbar Sambut Hari Pramuka ke-60 Dengan Tabur Bunga di Laut

Mulyadi Nilai Ungkapan Megawati Tentang Sumbar Beda Tak Usah Ditutup-tutupi