in

Balai Karantina Pertanian Pontianak Musnahkan Barang Impor masuk ke Kalbar

Jaringinfo.com PONTIANAK – Balai Karantina Pertani kelas 1 Pontianak melakukan pemusnahan terhadap beberapa produk olahan, buah, sayur dan bibit tanaman yang berasal dari 16 negara yang masuk ke wilayah Kalimantan Barat dan tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dan phytosanitary dari negara asalnya.

“Selain itu barang-barang tersebut kita musnahkan karena pemilik Media Pembawa (MP) Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) atau Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) ini tidak melapor kepada petugas karantina  pertanian,” kata Ketua Tim Pemusnah Balai Karantina Pertani kelas 1 Pontianak, Drh Joko Supriatno, Jumat.

Dipaparkanya, MP HPHK/OPTK yang di musnahkan itu berasal dari 16 negara yaitu, Taiwan, Cina, Jerman, Hongkong, Prancis, Amerika Serikat, Thailand, India, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Norwegia, Autralia, Arab Saudi, Papua Nugini dan Jepang.

“Adapun Media Pembawa HPHK/OPTK yang kami musnahkan hari ini terdiri dari produk olahan daging babi sebanyak 19,1 Kg, produk olahan daging sapi sebanyak 1,7 Kg, buah dan sayuran 41,4 Kg dan bibit/benih tanaman sebanyak 45 paket,” kata Joko.

Menurutnya, barang-barang yang dimusnahkan itu masuk ke Kalbar melalui Bandara Internasional Supadio Kubu Raya dan Kantor Pos Rahadi Oesman.

“Barang-barang ini masuk ke Kalbar dua pintu masuk yaitu bandara dan kantor pos sejak bulan Januari hingga Agustus 2021,” ujar Joko. 

Ia menjelaskan, untuk pemusnahan itu sendiri, semua barang-barang tersebut di musnahkan dengan cara dibakar. Semua barang-barang tersebut dimasukan ke dalam lubang galian yang telah disiapkan. Kemudian barang-barang itu ditimbun dengan kayu bakar. Setelah siap timhunan kayu dibakar dan disiramg dengan minyak solar. 

“Itu kita biarkan terbakar semua setelah itu baru lubang pembakaran kita timbun dan tutup kembali,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Slamet Ardiansyah

Editor     : Slamet Ardiansyah

 

Satgas Yonif 144/JY Bantu Mengajar di Wilayah Perbatasam

Tim Penggerak PKK Kalimantan Barat Gelar Donor Darah