in

Kematangan dan Ideal Usia Perkawinan Dapat Cegah Stunting

Foto : Kegiatan Pembinaan Kader Bina Keluarga Remaja (BKR) Pro PN yang dilaksanakan DP3KB Kabupaten Kubu Raya di Aula Kencana BKKBN Kalbar. (Foto isti).

 

Jaringinfo com PONTIANAK – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat,  Tenny C Soriton mengingatkan untuk me cegah terjadinya kasus-kasus stunting harus diawali dari memantapkan kematangan dan idealnya usia perkawinan di kalangan generasi muda yang memasuki usia perkawinan khususnya di seluruh wilayah Kalbar.

“BKKBN juga mempunyai program penanganan stunting pada remaja dimana remaja nanti bisa menyiapkan diri dengan Pendewasaan Usia Perkawinan dengan harapan remaja bisa memahami dan mengerti tentang apa itu stunting serta remaja bisa merencanakan kehidupan kawin pada usia ideal umur 21 tahun pada perempuan serta 25 tahun pada laki-laki,” kata Tenny C Soriton di Pontianak, Selasa.

Tenny mengatakan, kasus stunting di Kalimantan Barat termasuk delapan provinsi yang terpapar stunting cukup tinggi angka stuntingnya di Indonesia.

Pada kegiatan Pembinaan Kader Bina Keluarga Remaja (BKR) Pro PN yang dilaksanakan DP3KB Kabupaten Kubu Raya di Aula Kencana BKKBN Kalbar, Tenny mengatakan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak Balita akibat kekurangan gizi kronis. Sehingga anak lebih pendek untuk usianya tentunya menjadi perhatian serius dan persoalan nasional. Bagaimana stunting ini semua pihak bisa diatasi bersama- sama.

“Terkait hal itu, BKKBN punya program pencegahan stunting dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang menyasar pada keluarga Baduta serta Ibu hamil,” ujarnya.

Tenny mengatakan, untuk menerapkan program pematangan usia perkawinan dan 1000 HPK Itu tentunya perlu metode metode dan cara bagaimana para remaja bisa memahaminya.

“Untuk mencapai program pencegahan stunting ini perlu intervensi secara sensitif yaitu untuk mengembangkan materi materi kepada remaja tentang stunting, apa itu stunting dan apa yang harus remaja itu lakukan terlibat dalam penanggulangan stunting di Kalbar,” Jelas Tenny C Soriton.

Dikatakannya, Sesuai hasil Sensus Penduduk 2020 (SP2020) bahwa 14,25 persen wanita di Kalbar menikah dibawah usia 16 tahun, ini tentu nya menjadi perhatian serius kita bersama untuk memberikan pembekalan kepada remaja bagaimana bisa menunda Usia Perkawinannya dalam rangka mencegah jangan sampai melahirkan anak anak dtunting nantinya.

 

Pewarta  : Slamet A.

Editor      : Slamet Ardiansyah.

Lantamal XII Laksanakan Serbuan Vaksin Kepada Pelajar, Dalam Rangkaian Peringatan HUT ke-76 TNI AL

Pangdam XII/Tpr Sambut Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri di Bumi Khatulistiwa