in

Antisipasi Dampak La Nina Dinas TPH Kalbar Lakukan Sejumlah Langkah

PONTIANAK-Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dalam mengantisipasi dampak La Nina yang berdasarkan perkiraan BMKG akan terjadi dan melewati wilayah Indonesia termasuk Kalbar pada akhir tahun 2021 melakukan dan mulai menyiapkan langkah antisipasi resiko La Nina terutama terhadap produksi tanaman pangan dan hortikultura.

“La Nina merupakan perubahan iklim yang akan lebih dingin dan akan terjadi curah hujan yang cukup tinggi di daerah terdampak atau yang akan dilintasi oleh badai La Nina tersebut. Kemudian agar tidak berdampak terhadap pertanaman  maka upaya-  upaya operational lapangan yang harus kami lakukan agar bisa mempertahankan bahkan bisa meningkatkan produksi komoditi  pangan dan hortikultura,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Florentinus Anum di Pontianak belumlama ini.

Anum menjelaskan persiapan dan strategi antisipasi terhadap dampak La Nina yang dilakukan pihaknya di antaranya berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memetakan seluruh wilayah yang rawan banjir . Kemudian memantau dan evaluasi kondisi iklim, baik itu melalui kerja sama dengan BMKG, maupun dari hasil pengamatan AWS yang kemudian dipadukan dengan analisis peramalan Penganggu Tanaman (OPT).

“Kami juga membentuk gerakan brigade yang terdiri dari brigade La Nina, seperti satuan tugas OPT serta Dampak Perubahan Iklim (DPI), brigade alat mesin pertanian (alsintan) dan tanam, serta brigade panen dan serap gabah,” jelas dia.

Selanjutnya ada langkah identifikasi daerah-daerah yang rawan bencana banjir untuk segera menyiapkan pompanisasi, perbaikan pintu-pintu air dan jaringan irigasi yang baik di lahan tersebut. Kemudian mendorong penggunaan benih tahan genangan dan mensosialisasikan program AUTP (Asuransi Usaha Tanaman Padi), serta bantuan benih gratis jika terjadi kegagalan panen.

“Mendorong percepatan pertanaman sehingga pada  saat fase La Nina  pertanaman komoditi padi yang berumur 3 bulan, kondisi tersebut  pertanaman sudah tahan terhadap  genangan air yang cukup tinggi. Penting juga mendorong petani  untuk mengasuransikan usaha taninya. Sehingga  bila terjadi fuso akan mendapatkan penggantian kerugian,” kata dia.

Menurut Anum bahwa adanya fenomena La Nina tentunya sangat berpengaruh terhadap produksi tanaman pangan dan hortikultura. Dari laporan yang masuk sementara ini baik itu dari masyarakat secara langsung maupun dari petugas POPT di lapangan luasan areal sawah di Kalbar yang terkena banjir saat ini saja adalah 249 hektare.

Sementara untuk komoditi hortikultura masih aman karena beberapa lokasi yang kemarin terkena banjir sekarang kondisinya sudah surut.

“Sampai saat ini petugas POPT di lapangan masih mendata terus lokasi-lokasi mana yang terkena dampak perubahan iklim ini dikarenakan luasnya wilayah Kalbar ini disamping bulan-bulan ini baru dimulainya musim panen di Kalbar,” pungkas Anum.

 

Sumber  : Humas Pemprov Kalbar.

Editor      : Tim Redaksi jaringinfo.com.

Wagub Kalbar Optimis Atlet Kalbar Raih Prestasi di PON XX Papua

SDM Berkualitas, Dukung Pembangunan Pertanian Kalbar