in

KJRI Kuching bantu pemulangan enam orang WNI/PMI dalam kondisi khusus

Foto : Salah satu dari enam WNI/PMI yang tiba di PLBN Entikong Sanggau, Kalimantan Barat. (Foto ist).

 

Jaringinfo.com KUCHING – Kepala Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Yonny Tri Prayitno menjelaskan pihaknya membantu pemulangan enam orang WNI/PMI dalam kondisi khusus diantaranya seorang ibu bersama bayinya umur tiga minggu dan seorang WNI menderita sakit diare kronis, serta  tiga orang WNI/PMI dari Sarawak melalui Pos Lintas Batas Negara Entikong Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

 

“Diantara enam orang yang kita bantu pemulangannya itu, seorang WNI bernama Rasti (perempuan) asal Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan beserta bayinya Nur Aqia yang masih berumur tiga minggu, diserahkan oleh pihak Imigresen Sibu, Sarawak kepada KJRI Kuching untuk diproses pemulangan ke Indonesia,” kata Yonny Tri Prayitno melalui sambungan Telpon seluler, Kamis (23/09/2021).

 

Ia mengatakan, sebelumnya yang bersangkutan melahirkan anaknya di Rumah Sakit Sibu. Setelah melahirkan oleh Rumah Sakit Sibu yang bersangkutan diserahkan ke pihak imigresen Sibu karena overstay dan dokumen perjalanannya sudah habis masa berlakunya.

 

“Atas koordinasi yang baik antara KJRI Kuching dengan pihak Imigresen Sibu, yang bersangkutan bersama anak bayinya tersebut diserahkan ke KJRI Kuching untuk dibantu pemulangannya ke Indonesia,” tutur Yonny.

 

Selain itu Sudin seorang WNI asal Kabupaten  Lebak, Banten, dengan kondisi sakit menjalani perawatan di Rumah Sakit Sibu selama satu bulan akibat menderita sakit diare kronis. Karena yang bersangkutan tidak memiliki dokumen yang sah, maka pihak Rumah Sakit Sibu menyerahkan yang bersangkutan kepada Imigresen Sibu dan selanjutnya diserahkan kepada KJRI Kuching untuk dibantu pemulangan ke Indonesia untuk menjalani perawatan lebih lanjut di Indonesia.

 

Bersamaan itu KJRI Kuching juga memulangkan dua orang WNI/PMI atas nama Andy asal Pontianak dan Bertalia asal Mempawah, Kalbar yang terlantar di Kuching korban penipuan oleh oknum agen pekerja.

 

“Mereka melarikan diri ke balai polis Kuching  karena tidak tahan dipekerjakan sebagai operator judi online dan oleh pihak Polis mereka diarahkan ke KJRI Kuching untuk bantuan perlindungan dan pemulangan ke Indonesia,” tuturnya.

 

Seorang lagi lanjutnya, WNI yang dibantu pemulangannya  bernama Kumsanah (perempuan) asal Kendal, Jawa tengah, yang  bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kuching. Yang bersangkutan ingin pulang ke Indonesia karena Ibunya menderita sakit namun pihak majikan tidak mengijinkan.

 

“Yang bersangkutan melarikan diri dan pergi ke KJRI Kuching memohon bantuan dan perlindungan. Dengan bantuan dan mediasi dari KJRI Kuching akhirnya majikan yang bersangkutan memberikan hak- hak yang bersangkutan sebelum pemulangan ke Indonesia,” jelasnya.

 

Keenam orang WNI/PMI kondisi khusus tersebut ditampung sementara di rumah perlindungan (Shelter) KJRI Kuching dan  sebelum dipulangkan ke Indonesia, mereka telah melakukan tes COVID-19 di Rumah Sakit (Hospital) KPJ, Kuching dengan hasil negatif.

 

“Proses repatriasi/pemulangan keenam WNI/PMI kondisi khusus tersebut berjalan lancar. Di PLBN Entikong mereka diterima oleh tim Satgas Pemulangan WNI/PMI. Selanjutnya mereka akan menjalani proses pencegahan COVID 19 sebelum dipulangkan ke daerahnya masing- masing,” pungkasnya.

 

Pewarta/Editor : Slamet Ardiansyah.

Satgas Pamtas 643/Wns Sosialisasi PPKM Level 2 dan Bagi Kaos di Perbatasan

Rakor PPID Tingkat Kabupaten Sanggau Tahun 2021, Ini Pesan Bupati Sanggau