in

Ketum Genre : Menikah itu harus siap secara fisik, mental dan berusia ideal

Foto : Ketum Pengurus Generasi Berencana (Genre) Indonesia, Nanda Rizka Saputri saat mengisi siaran Audio Podcast “Meriam Karbit” di Studio MPC BKKBN Kalbar. (Foto ist).

 

 

Jaringinfo.com PONTIANAK – Hadir saat mengisi siaran Audio Podcast “Meriam Karbit” di Studio MPC BKKBN Kalimantan Barat, Ketum Pengurus Generasi Berencana (Genre) Indonesia, Nanda Rizka Saputri   mengatakan, Genre itu intervensi untuk menciptakan generasi yang berencana dan program Genre diciptakan supaya remaja bisa tangguh melewati masa transisinya serta masuk ke usia pernikahan yang sudah siap secara fisik, mental dan berusia ideal.

 

“Para remaja yang tergabung di Genre itu bisa menyelesaikan pendidikan, karier dengan bagus dan juga ketika dia berkeluarga siap dengan menghindari tiga perilaku beresiko, yaitu menunda perkawinannya, tidak nafza dan tidak melakukan sex sebelum menikah,” kata Nanda Rizka Saputri di Pontianak, Kamis (30/09/2021)

 

Terkaitan tingginya angka perkawinan usia muda hingga berakibatkan tingginya angka Stunting, Nanda mengatakan, bahwa kawin pada usia anak-anak (kawin muda) otomatis gizinya sangat menganggu selain itu reproduksi kesehatan nya juga belum siap ditambah lagi minimnya minat pengetahuan kesiapan mental ketika dia memiliki anak

 

“Stunting itu bukan masalah gizi dan nutrisi tapi juga soal pengetahuan dan kondisi kesehatan mental. “Jadi banyak sekali bayi bayi lahir Stunting karena situasi Ibu yang belum siap sama perkawinannya dan Genre sangat konsisten serta berkomitmen mengkampayekan, kalau mau menikah harus siap secara fisik, mental dan usianya sudah ideal,” terang Nanda.

 

Menurutnya, kehadiran “Modul Tentang Kita” sudah komprehensif bukan cuma untuk Stunting tapi dimana remaja bisa melahirkan generasi yang tangguh dan bisa sebagai orang tua. Kemudian sebagai individu, kondisi perkawinan khususnya untuk kaum muda punya kontribusi besar buat bangsa dan negara.

 

“Kehadiran “Modul Tentang Kita” ini akan jadi pegangan buat remaja supaya remaja itu bisa melewati masa transisinya, remaja itu siap dan tangguh. Sehingga kedepannya kalau dia berumah tangga remaja itu dalam kondisi yang memang sudah siap dan nantinya menjadi orang tua dan individu yang bertanggung jawab pilihan dengan semua keputusannya,” ujarnya.

 

Sebelum mengakhiri Nanda pun menyampaikan motivasi buat remaja Indonesia dengan mengatakan hidup amatlah malang jika lahir sampai mati tidak tahu dengan jati diri.

 

“Penting buat teman teman untuk menyadari mencari jati diri dan ini adalah amunisi untuk terus hidup dan tumbuh, dengan mengetahui jati diri, Kamu akan tahu potensi apa yang ada pada dirimu, ujarnya.

 

Sementara itu, Nurul Oktaviani Juara III Duta Genre Indonesia Tingkat Nasional Tahun 2020 yang hadir hadir dalam kegiatan itu mengatakan,  para remaja dilahirkan didunia adalah untuk diri remaja itu sendiri, bukan menjadi orang lain”.

 

Menurutnya, kuncinya adalah para remaja temukan jati diri kita harus berani dan beda. Sedikit lebih beda lebih baik dari pada sedikit lebih baik.

 

“Kami ingin remaja remaja di seluruh Indonesia bisa mengenal dirinya dan punya otoritas penuh terhadap dirinya karena ini tentang Kita, tentang tubuh dan tentang perasaan dan masa depan hidup kita, Aku dan Kamu Remaja Indonesia,” ungkap Nurul Oktaviani Remaja asal Kabupaten Melawi, Kalbar.

 

Siaran Audio Podcast “Meriam Karbit” ini dipandu Ketua Genre Kalimantan Barat, Fariji.

 

 

Sumber   : Humas Perwakilan BKKBN Kalbar.

Editor      : Tim Redaksi jaringinfo.com.

Kodam XII/Tpr Terima Kunjungan Wakil Asisten Operasi Kasad

Teluk Batang Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-V Kayong Utara