in

Aplikasi Elsimil Merupakan Program BKKBN Menurunkan Angka Stunting

Foto : Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Muslimat. (Foto ist).

 

Jaringinfo.com PONTIANAK – Berbagai program dilakukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam upaya menurukan angka stunting, termasuk di Kalimantan Barat. Salah satu program yang telah di luncurkan itu berupa sebuah aplikasi yang di beri nama aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) dan sudah dapat di download oleh masyarakat khususnya bagi Calon Pengantin (Catin).

 

“Aplikasi ini tentang identitas diri, yang berguna untuk melihat kodisi Calon Pengantin (Catin), Barat Badan menurut Umur (BB/U), Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), Hemoglobin (HB) dan dalam kondisi sehat,” kata Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Muslimat, di Pontianak, Jumat.

 

Muslimat mengatakan, BKKBN telah melakukan uji coba aplikasi yang menjadi inovasi BKKBN dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting. Penurunan stunting dari Hulu sampai hilirnya perlu dilakukan, khususnya bagi para Catin, yang bakal  melahirkan keturunan, untuk itu Catin tersebut perlu dibekali pemahaman tentang pencegahan stunting, terutama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

 

Melalui aplikasi ini ujarnya lagi, diharapkan masyarakat dapat melihat kesiapan calon pengantin, apakah siap secara kesehatan dalam membina rumah tangga nantinya.

 

“Dimana, Elsimil merupakan aplikasi edukasi dan sistem elektronik siap nikah dan siap hamil yang menjadi prioritas program BKKBN. Aplikasi ini sebagai bentuk skrining dan edukasi kesehatan reproduksi serta perbaikan gizi perempuan Catin dan promosi perilaku hidup sehat. Aplikasi yang telah diluncurkan pada awal September 2021 di 14 provinsi ini merupakan upaya pencegahan stunting dari hulu,” tuturnya.

 

Ia memaparkan, di Kalbar kondisi stunting tidak cukup baik, karena di setiap kabupaten/kota punya problem tersendiri. Dan, ini harus segera dilakukan perbaikan khususnya dalam penurunan angka stunting di setiap wilayah.

 

Menurutnya, dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun kedepan bagaimana kabupaten/kota melakukan percepatan penurunan stunting. Kalbar dengan luas wilayah 147 Km² yang terdiri dari 14 kabupaten/kota dimana daerah geografis nya begitu sulit terutama di daerah daerah yang angka stunting nya cukup tinggi yaitu di Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang dan Melawi.

 

Muslimat menambahkan, dengan kondisi daerah geografis nya ini, sangat berpengaruh pada capaian stunting itu sendiri, dimana BKKBN bekerjasama dengan pemerintah daerah melakukan terobosan turun ke desa desa terutama di daerah-daerah yang angka stunting nya tinggi.

 

Hal itu dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dan memberikan sosialisasi tentang stunting agar masyarakat paham dan mengerti apa itu sebenarnya stunting dan bagaimana cara pencegahan nya.

 

“Menurut kami, ini bukan hanya gizi buruk dan kerdil tapi stunting itu juga banyak faktor mempengaruhi terjadinya stunting seperti sanitasi, air bersih, lingkungan bersih dan pola hidup. Dan stunting itu sudah pasti pendek tapi orang pendek belum tentu stunting,” jelasnya.

 

Muslimat menambahkan, adapun program-program unggulan lain yang akan dilakukan untuk menurunkan angka stunting, BKKBN Kalbar melakukan mulai dari hulu dengab sasaran para remaja yang akan mau berumah tangga.

 

BKKBN sendiri ujar Muslimat barsama Kementerian Agama sudah melakukan kerjasama, yang nantinya dari pihak Kementerian Agama akan melakukan penyuluhan stunting kepada calon pengantin. Hal itu bertujuan agar kelak pada saat ingin punya anak nanti tidak melahirkan anak-anak stunting.

 

“Saat ini BKKBN Kalbar sudah merekrut Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 12.609 orang kader. Mereka terdiri dari, Bidan, Kader PKK dan Kader KB dan tersebar daerah-daerah dimana kader itu berdomisili. Para TPK itu diberi tugas melakukan pendampingan terhadap keluarga beresiko stunting seperti para Catin, ibu hamil, ibu menyusui dan Balita,” ujarnya mengakhiri.

PewartaEditor : Tim Redaksi jaringinfo.com.

438 Pesilat dari 16 Perguruan Ikuti Turnamen Bahasan Cup

Yonif Mekanis 643/Wns Panen Jagung Bersama Warga di Perbatasan