in

KJRI Kuching Selamatkan Seorang WNI Dari Hukuman Gantung dan Dua Korban TPPO di Serawak

Foto : KJRI Kuching saat memulangkan Karni, Epa dan Sonaji ke Indonesia melalui PLBN Entikong. (Foto ist).

 

Jaringinfo. com KUCHING – Pelaksana Fungsi Pensosbud Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Hasani Edelin melalui pers rilisnya menjelaskan KJRI Kuching pihaknya berhasil menyelamatkan dan membebaskan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) dari ancaman hukuman mati karena terlibat kasus narkotika dan menyelamatkan dua orang korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Serawak, Malaysia.

 

 

“Karni bin Bujang seorang WNI yang akan menghadapi hukuman gantung sampai mati oleh pengadilan Malaysia itu diduga memiliki narkotika jenis sabu-sabu seberat 5 kg. Karni ini diketahui bekerja sebagai tukang ojek dan saat membawa tas milik dua orang penumpangnya di wilayah Serawak Malaysia, Karni pada Senin (15/03/2018) di tangkap pihak otoritas Malaysia di Pos Tentara Malaysia Batalion 11 PGA di Telok Melano, di perbatasan Malaysia-Indonesia di Telok Melano, Lundu (115 km barat daya Kuching, Sarawak),” kata Hasani, Selasa (01/032022).

 

Ia mengatakan tas berisi sabu-sabu itu di ketahui milik Junaedi dan Riko Dwi Yanto, yang meminta jasa Karni untuk mengantar ke wilayah Malaysia dan kembali lagi ke Indonesia. Atas kejadian ini Karni Bin Bujang. didakwa dengan seksyen 39B Akta Dadah Berbahaya (ADB) dengan ancaman hukuman gantung sampai mati.

 

“Dan, Karni berhasil kami dibebaskan dari ancaman hukuman gantung sampai mati pada Jumat 14 januari 2022 setelah 4 tahun ditahan selama menjalani proses persidangan. Setelah menjalani beberapa kali proses persidangan, Karni dalam persidangan di tingkat

Mahkamah Tinggi pada tanggal 14 Januari 2022 dinyatakan bebas oleh hakim dan dibebaskan dari tahanan di Penjara Puncak Borneo,” ujarnya.

 

Setelah dibebaskan Karni ditampung di shelter untuk pengurusan kelengkapan dokumen dan juga menjalani tes kesehatan sebelum diserahkan oleh KJRI kepada pihak terkait di perbatasan  Entikong, Selasa (01/03/2022).

 

Sementara itu lanjut Hasani, dua orang WNI lainnya atas nama Epa (18) seorang perempuan asal Kabupaten Sambas,

Kalimantan Barat dan Sonaji (42) seorang laki-laki asal Kabupaten Tanggerang, Banten juga berhasil di selamatkan. Keduanya diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang.

 

“Dari pengakuan Epa, ia merasa telah ditipu oleh pelaku bernama Yusrianto yang dengan berjanji akan menikahi Epa, dan Yusrianto mengaku memiliki tabungan yang banyak di bank. Epa kemudian diajak oleh pelaku untuk jalan-jalan ke objek wisata di daerah Temajuk, Sambas, Minggu, 21 November 2021. Namun Epa justru di bawa ke daerah Jagoi Babang, Bengkayang perbatasan dengan Serikin, Sarawak,” paparnya.

 

Dikatakan, sejak dibawa masuk ke Sarawak, Epa dibawa oleh pelaku menuju agen di Kuching. Kemudian dibawa ke Bintulu untuk bekerja disebuah pabrik perkayuan. Pada tanggal 26 Januari 2022, tim KJRI Kuching menjemput Epa di sebuah tempat penginapan diwilayah Serian dan kondisi baik. Epa kemudia dibawa ke Shelter KJRI Kuching dan diproses kepulangannya ke Indonesia.

 

Nasib yang sama di alami Sonaji, pada pertengahan Desember 2021, Sonaji mengaku mendapatkan informasi tawaran pekerjaan di facebook bernama Diki Acil yang menawarkan pekerjaan di Sarawak, Malaysia. Agen tersebut menjanjikan bekerja sebagai sopir dengan total gaji sekitar lima belas juta rupiah serta semua dokumen berupa paspor dan permit kerja akan dibuatkan pada saat tiba di Sarawak, Malaysia.

 

“Sonaji tertarik dan bersedia diberangkatkan melalui jalan tikus ke Sarawak, Malaysia. Bukan bekerja sebagai supir, Sonaji malah dipekerjakan sebagai buruh bangunan daerah Pusa dan pindah sebagai pelayan restoran di Bintulu tampa memegang pasport.

 

Setelah bekerja secara non prosedural selama kurang lebih satu bulan, Sonaji melarikan diri. Karena ia difitnah mengambil barang milik restoran tersebut dan pergi ke Kuching dengan menggunakan bus. Sonaji  tiba di KJRI Kuching Selasa (15/02/2022) langsung melaporkan permasalahan yang dihadapinya dan memohon bantuan perlindungan dan kepulangan ke Indonesia sesuai prosedur.

 

“Sonaji ini kami tampung di shelter untuk pengurusan kelengkapan dokumen dan juga menjalani tes kesehatan sebelum diserahkan oleh Konsul Jenderal kepada pihak terkait di perbatasan Entikong pada tanggal 1 Maret 2022,” tutupnya.

Sumber : Humas KJRI Kuching.
Editor     : Tim Redaksi jaringinfo.com

Wako Edi Kamtono Minta Camat dan Lurah Waspadai Karhutla

Pesona Kulminasi Masuk Daftar 110 Kharisma Event Nusantara 2022