in

Total Alokasi Pupuk Bersubsidi Kalbar Sebanyak 140.273 Ton

Foto : Pupuk Indonesia  Grup di pimpin SVP PSO Wilayah Timur, Muhammad Yusri saat melakukan Media Gathering bersama rekan media di Hotel Harris Pontianak. Foto Slamet.

 

 

PONTIANAK-jaringinfo.com – Untuk menyalurkan kebutuhan pupuk bersubsidi di Kalimantan Barat, PT Pupuk Indonesia (Persero) telah mengalokasikan dengan jumlah total sebesar 140.273 ton. Dari 140.273 ton itu hingga 21 Juni 2022, PT Pupuk Indonesia telah menyalurkan sebanyak 55.022 ton atau 39 persen.

 

“Penyaluran tersebut terdiri dari lima jenis pupuk bersubsidi, yaitu pupuk Urea, SP-36, ZA, NPK, dan Organik Granul. Rinciannya, pupuk Urea sebesar 17.815 ton, NPK  28.352 ton, SP-36 2.506 ton, ZA  1.978 ton, dan organik  4.372 ton. Selain itu, kami juga telah menyalurkan pupuk organik cair sebanyak 684 liter kepada petani di Kalbar,” jelas SVP PSO Wilayah Timur, Muhammad Yusri, kepada awak media di Pontianak, Rabu 22 Juni 2022.

 

Yusri mengatakan, stok pupuk bersubsidi produsen di Kalbar dengan total mencapai 5.335 ton. Jumlah ini jauh lebih banyak dari stok -ketentuan minimum pemerintah. Secara teknis, pupuk bersubsidi di Kalbar disalurkan oleh dua anak perusahaan Pupuk Indonesia, yaitu PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Petrokimia Gresik.

 

“Dalam penyalurannya, Pupuk Indonesia memiliki jaringan pemasaran & distribusi yang memadai di Kalbar. Adapun jaringan distribusi ini terdiri dari 21 distributor, 256 kios pengecer resmi, 14 unit gudang dengan total kapasitas sekitar 45.300 ton, serta memiliki 12 personil petugas lapangan untuk melayani sejumlah 14 kabupaten/kota di Kalbar,” ucapnya.

 

Lebih lanjut Yusri menyebutkan bahwa Pupuk Indonesia sebagai produsen senantiasa menyalurkan pupuk bersubsidi dengan berpedoman dengan ketentuan yang berlaku. Pupuk Indonesia juga telah menginstruksikan kepada distributor dan kios resmi untuk mengikuti regulasi pemerintah setempat dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

 

Yusri juga menegaskan bahwa Pupuk Indonesia tidak akan segan memberikan sanksi hingga pemberhentian kerja sama kepada distributor dan kios resmi yang kedapatan terlibat dalam penyelewengan pupuk bersubsidi. Pupuk Indonesia juga siap mendukung aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus penyelewengan pupuk bersubsidi yang terjadi di wilayah di Kalbar.

 

“Kami tidak akan segan untuk memberikan sanksi kepada siapa pun di jaringan distribusi kami jika terlibat dalam penyalahgunaan pupuk bersubsidi,” tegas Yusri.

 

Ia menambahkan, secara nasional  stok pupuk bersubsidi hingga Juni 2022 mencapai sebesar 1.394.766 ton. Hal itu dengan rincian, pupuk Urea 939.252 ton, NPK  329.508 ton, SP-36  42.058 ton, ZA  51.273 ton, dan Organik  32.675 ton. Jumlah ini jauh lebih banyak dari stok ketentuan minimum, dan Pupuk Indonesia senantiasa menyalurkannya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

 

“Kelancaran proses produksi pupuk ini berkat adanya ketersediaan bahan baku pupuk. Terutama phosphate (DAP dan Rock Phosphate) dan kalium (KCl), di mana Pupuk Indonesia secara umum berhasil menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku pupuk hingga akhir tahun ini,”terang Yusri.

 

Senentara itu untuk jaminan pasokan phosphate dan kalium untuk Pupuk Indonesia hingga akhir tahun ini adalah berkat dukungan pemerintah, terutama Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian. Karena ketersediaan bahan baku dan kestabilan pasokan pupuk nasional menjadi sangat penting di tengah ketidakpastian global, terutama dampak dari perang Rusia dan Ukraina.

 

“Perlu kita pastikan ketersediannya, karena phosphate dan Kalium ini merupakan bahan baku dari hasil tambang yang tidak tersedia dan tidak dapat diproduksi di dalam negeri,” pungkas Yusri.

 

 

Editor/Penulis : Tim jaringinfo.com.

Bang Kris Hadiri Perayaan Gawai, Warga Rantau Berikan Sambutan Hangat

KH Muhammad Ghozali Kandidat Kuat Calon Ketua PWNU Kalimantan Barat